Kesalahan Saat Melakukan Intermittent Fasting

Banyak orang yang merasa diet dengan metode intermittent fasting membawa banyak manfaat kesehatan bagi mereka, termasuk pencegahan penyakit, perbaikan pencernaan, dan bahkan mengurangi kembung. Diet intermittent Fasting sendiri merupakan diet yang mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu tertentu. Dimana dalam  jangka waktu  ini, kamu masih diperbolehkan untuk minum.  Namun masih banyak orang melakukan kesalahan saat melakuan diet ini diantaranya:

Terlalu banyak makan saat jeda waktu puasa

Puasa intermiten berhasil karena membatasi waktu makan Anda adalah cara untuk membatasi kalori dan makan lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar membantu menurunkan berat badan. Tetapi bila Anda makan melewati titik kenyang, itu dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Makan terlalu sedikit selama ‘jendela makan’

Pelaku diet intermittent fasting hanya diminta menentukan ‘jendela makan’ atau waktu makan harian mereka, bukan memangkas asupan kalori secara drastis. Menurut Holm hal ini bakal merugikan kesehatan jika dilakukan.

“Makan terlalu sedikit, misalnya kurang dari 1.200 kalori per hari selama diet, bakal mengurangi massa otot dan memperlambat metabolisme tubuh,” ujarnya.

Tidak cukup makan protein

Salah satu bonus tentang gaya hidup puasa intermiten adalah tidak ada makanan yang terlarang. Meskipun Anda bisa makan makanan tinggi karbohidrat seperti pasta, pizza, roti, dan smoothie buah, pastikan bahwa Anda makan cukup protein untuk mencegah rasa lapar. Jika tidak, Anda akan merasa lapar, yang bisa membuat Anda makan lebih banyak.

Tidak minum cukup air putih

Menghidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup setiap hari adalah kunci diet sehat, termasuk saat intermittent fasting. Air putih sangat dibutuhkan untuk mengisi kembali cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.